Presbiopia atau mata tua adalah kejadian yang dipengaruhi oleh faktor usia lanjut. Hilangnya daya Akodmodasipada penglihatan jarak dekat yang terjadi Bersama dengan proses penuaan. Seseorang dengan mata yang tidak memiliki gangguan refraksi, pada usia 44 – 46 tahun akan mulai merasakan ketidak mampuan membaca huruf kecil atau membedakan benda kecil dalam jarak dekat. Gangguan penglihatan dekat akibat usia lanjut berhubungan penurunan amplitude akomodasi atau peningkatan punctum proximum.

Seiring dengan meningkatnya usia, kelenturan dari lensa mata berkurang menyebabkan lensa menjadi keras dan kurang elastis. Kelemahan pada otot pada mata juga akan mengakibatkan gangguan akomodasi pada usia lanjut.

Insidensi tertinggi pada presbiopi terjadi pada usia 44 – 46 tahun, Studi di Amerika pada tahun 2006 menunjukkan 112 juta orang mengalami gangguan presbiopi. Usia merupakan faktor resiko utama penyebab presbiopi. Namun pada kondisi tertentu terjadi presbyopia prematur akibat trauma, Penyakit sistemik, Penyakit jantung dan efek samping obat.

Penderita Presbiopi pada awal gejala mengeluhkan pandangan tampak kabur saat melihat benda yang letaknya dekat, kesulitan memfokuskan pandangan jarak dekat sehingga menyimpitkan mata, mata Lelah dan berair.

Beberapa faktor yang memperbesar resiko seseorang menderita presbiopi, yaitu:

  1. Usia diatas 40 tahun, karena hampir semua orang akan mengalami gejala presbiopi setelah usia 40 tahun..
  2. Beberapa obat seperti antihistamin, antidepresan, dan diuretik dihubungkan dengan gejala presbiopi prematur, yaitu presbiopi pada individu di bawah usia 40 tahun.
  3. Penyakit. Diabetes, multiple sclerosis, atau penyakit jantung dan pembuluh darah dapat meningkatkan risiko presbiopi prematur.

Biasanya seseorang baru menyadari menderita presbiopi saat dirinya harus merentangkan lengan agar bisa membaca buku atau koran, atau ketika melihat ponselnya..Jika tidak ditangani dengan benar, presbiopi bisa menimbulkan beberapa komplikasi seperti sakit kepala dan mata tegang. Dua hal tersebut akan terjadi jika penderita presbiopi harus membaca bahan bacaan berukuran kecil.

Pengobatan penderita presbiopi dapat menggunakan salah satu dalam penatalaksanaan seperti cara sederha dengan koreksi kacamata, lensa kontak atau tehnik pembedahan.

Presbiopia atau mata tua adalah kejadian yang dipengaruhi oleh faktor usia lanjut. Hilangnya daya Akodmodasipada penglihatan jarak dekat yang terjadi Bersama dengan proses penuaan. Seseorang dengan mata yang tidak memiliki gangguan refraksi, pada usia 44 – 46 tahun akan mulai merasakan ketidak mampuan membaca huruf kecil atau membedakan benda kecil dalam jarak dekat. Gangguan penglihatan dekat akibat usia lanjut berhubungan penurunan amplitude akomodasi atau peningkatan punctum proximum.

Seiring dengan meningkatnya usia, kelenturan dari lensa mata berkurang menyebabkan lensa menjadi keras dan kurang elastis. Kelemahan pada otot pada mata juga akan mengakibatkan gangguan akomodasi pada usia lanjut.

Insidensi tertinggi pada presbiopi terjadi pada usia 44 – 46 tahun, Studi di Amerika pada tahun 2006 menunjukkan 112 juta orang mengalami gangguan presbiopi. Usia merupakan faktor resiko utama penyebab presbiopi. Namun pada kondisi tertentu terjadi presbyopia prematur akibat trauma, Penyakit sistemik, Penyakit jantung dan efek samping obat.

Penderita Presbiopi pada awal gejala mengeluhkan pandangan tampak kabur saat melihat benda yang letaknya dekat, kesulitan memfokuskan pandangan jarak dekat sehingga menyimpitkan mata, mata Lelah dan berair.

Beberapa faktor yang memperbesar resiko seseorang menderita presbiopi, yaitu:

  1. Usia diatas 40 tahun, karena hampir semua orang akan mengalami gejala presbiopi setelah usia 40 tahun..
  2. Beberapa obat seperti antihistamin, antidepresan, dan diuretik dihubungkan dengan gejala presbiopi prematur, yaitu presbiopi pada individu di bawah usia 40 tahun.
  3. Penyakit. Diabetes, multiple sclerosis, atau penyakit jantung dan pembuluh darah dapat meningkatkan risiko presbiopi prematur.

Biasanya seseorang baru menyadari menderita presbiopi saat dirinya harus merentangkan lengan agar bisa membaca buku atau koran, atau ketika melihat ponselnya..Jika tidak ditangani dengan benar, presbiopi bisa menimbulkan beberapa komplikasi seperti sakit kepala dan mata tegang. Dua hal tersebut akan terjadi jika penderita presbiopi harus membaca bahan bacaan berukuran kecil.

Pengobatan penderita presbiopi dapat menggunakan salah satu dalam penatalaksanaan seperti cara sederha dengan koreksi kacamata, lensa kontak atau tehnik pembedahan.

Open chat
Hai Selamat Datang di NLC
ada yang bisa kami bantu?