Sudah tidak asing lagi ketika mendengar myopia atau rabun jauh, banyak ditengah masyarakat dewasa pada umumnya yang menderita kasus tersebut. Tua maupun muda sangat familiar dengan rabun dekat. Myopia adalah gangguan refraksi yang terjadi karena bola mata yang terlalu Panjang atau kelengkungan kornea terlalu besar sehingga cahaya yang masuk tidak difokuskan secara baik dan objek jauh tampak buram.

Myopia dapat menyebabkan sakit kepala yang berdenyut terutama pada area kepala bagian depan, mata perih dan berair. Hal ini disebabkan oleh mata yang berakomodasi terus menerus dalam waktu yang lama sehingga menimbulkan kelelahan, kelelahan ini yang menyebabkan nyeri pada kepala. Keadaan ini biasanya membaik saat mata diistirahatkan atau mengkonsumsi anti nyeri, namu hal ini seringkali menimbulkan kekambuhan.

Faktor genetika menjadi penyebab terbesar kasus ini. Namun tidak dipungkiri bahwa faktor lingkungan dalam menjaga kesehatan mata akan semakin memicu kejadian rabun jauh. Dijaman serba digital seperti ini meningkatkan angka kejadian myopia dimana saat ini usia anak prasekolah sudah menderita myopia.

Jika sudah terdiagnosis dengan rabun jauh beberapa terapi dapat dilakukan :

  1. Penggunaan kacamata merupakan cara mudah dalam membantu untuk mengkoreksi mata minus.
  2. Lensa kontak seperti soft lens atau hard lens adalah pilihan yang cukup tepat bagi penderita dengan aktivitas yang cukup tinggi diluar ruangan.
  3. Lensa tanam
  4. LASIK adalah pilihan terapi bagi seseorang yang menginginkan hasil permanen tanpa efek samping

Segera Konsultasikan ke dokter mata pilihan anda untuk menentukan langkah terapi yang tepat.

Sudah tidak asing lagi ketika mendengar myopia atau rabun jauh, banyak ditengah masyarakat dewasa pada umumnya yang menderita kasus tersebut. Tua maupun muda sangat familiar dengan rabun dekat. Myopia adalah gangguan refraksi yang terjadi karena bola mata yang terlalu Panjang atau kelengkungan kornea terlalu besar sehingga cahaya yang masuk tidak difokuskan secara baik dan objek jauh tampak buram.

Myopia dapat menyebabkan sakit kepala yang berdenyut terutama pada area kepala bagian depan, mata perih dan berair. Hal ini disebabkan oleh mata yang berakomodasi terus menerus dalam waktu yang lama sehingga menimbulkan kelelahan, kelelahan ini yang menyebabkan nyeri pada kepala. Keadaan ini biasanya membaik saat mata diistirahatkan atau mengkonsumsi anti nyeri, namu hal ini seringkali menimbulkan kekambuhan.

Faktor genetika menjadi penyebab terbesar kasus ini. Namun tidak dipungkiri bahwa faktor lingkungan dalam menjaga kesehatan mata akan semakin memicu kejadian rabun jauh. Dijaman serba digital seperti ini meningkatkan angka kejadian myopia dimana saat ini usia anak prasekolah sudah menderita myopia.

Jika sudah terdiagnosis dengan rabun jauh beberapa terapi dapat dilakukan :

  1. Penggunaan kacamata merupakan cara mudah dalam membantu untuk mengkoreksi mata minus.
  2. Lensa kontak seperti soft lens atau hard lens adalah pilihan yang cukup tepat bagi penderita dengan aktivitas yang cukup tinggi diluar ruangan.
  3. Lensa tanam
  4. LASIK adalah pilihan terapi bagi seseorang yang menginginkan hasil permanen tanpa efek samping

Segera Konsultasikan ke dokter mata pilihan anda untuk menentukan langkah terapi yang tepat.

Open chat
Hai Selamat Datang di NLC
ada yang bisa kami bantu?