Dampak Blue Light dalam kesehatan

Blue light ? apasih itu?

Pada era digital seperti saat ini sudah sangat familiar dengan istilah blue light namun sebernarnya apasih blue light itu? 
Blue light merupakan sinar yang terdapat dalam spektrum cahaya. Blue light dapat ditemukan pada benda-benda elektronik, mulai dari , laptop, tablet, televisi, lampu LED, dan sinar matahari. 
Cahaya merupakan partikel elektromagnetik yang bergerak dalam gelombang. Nah, gelombang ini memancarkan energi, dimana semakin pendek gelombang tersebut, akan semakin besar energinya. Setiap gelombang direpresentasikan oleh warna yang berbeda, dan dikelompokkan ke dalam beberapa kategori seperti gamma, UV, visible light, atau infrared yang tergabung ke dalam electromagnetic spectrum. Nah, mata manusia hanya sensitif terhadap 1 bagian dalam spektrum tersebut, yaitu visible light. Blue light merupakan sinar yang terdapat dalam spektrum cahaya yang bisa terlihat oleh mata manusia, dengan gelombang yang paling pendek dan memproduksi energi yang sangat besar. Oleh karena itu, dampak blue light sangatlah berpengaruh terhadap kesehatan mata.
blue light dapat mengganggu kesehatan mata bila terlalu lama dan sering beraktivitas menggunakan gadget atau barang elektronik berdampak ke organ mata seperti mata terasa perih, sakit kepala, leher kaku, meningkatkan resiko depresi. Suatu penelitian di Boston menyatakan bahwa blue light dengan spektrum 460–480 nm lebih efektif dalam mengubah siklus sirkadian manusia dibandingkan sinar monokrom (555 nm). Penelitian lainnya menunjukkan bahwa paparan LED sebelum tidur atau pada malam hari memperlambat waktu tidur dan mempercepat waktu bangun sehingga durasi tidur menjadi lebih pendek. Selain itu, LED juga menurunkan rasa kantuk dan meningkatkan kesadaran.

Benarkah Blue Light dapat menyebabkan mata minus?

Penelitian-penelitian terdahulu mengemukakan bahwa miopia disebabkan oleh pemanjangan sumbu bola mata, namun penyebab yang mendasarinya masih belum jelas sepenuhnya. Terdapat dua teori utama tentang terjadinya pemanjangan sumbu bola mata pada miopia. Yang pertama adalah teori biologik, menganggap bahwa pemanjangan sumbu bola mata sebagai akibat dari kelainan pertumbuhan retina (overgrowth) sedangkan teori yang kedua adalah teori mekanik yang mengemukakan adanya penekanan (stres) sklera sebagai penyebab pemanjangan tersebut.

Gaya hidup sebagian besar Masyarakat saat ini dengan ketergantungan pada HP, Laptop, Tablet, TV LED. tidak dipungkiri bahwa hal ini dapat meningkatkan kejadian miopia. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa faktor genetik sangat mempengaruhi miopia namun jika melihat di era digital saat ini, sudah tidak dipungkiri lagi jika Blue Light dapat meningkatkan kejadian Miopia.

Blue light ? apasih itu?

Pada era digital seperti saat ini sudah sangat familiar dengan istilah blue light namun sebernarnya apasih blue light itu? 
Blue light merupakan sinar yang terdapat dalam spektrum cahaya. Blue light dapat ditemukan pada benda-benda elektronik, mulai dari , laptop, tablet, televisi, lampu LED, dan sinar matahari. 
Cahaya merupakan partikel elektromagnetik yang bergerak dalam gelombang. Nah, gelombang ini memancarkan energi, dimana semakin pendek gelombang tersebut, akan semakin besar energinya. Setiap gelombang direpresentasikan oleh warna yang berbeda, dan dikelompokkan ke dalam beberapa kategori seperti gamma, UV, visible light, atau infrared yang tergabung ke dalam electromagnetic spectrum. Nah, mata manusia hanya sensitif terhadap 1 bagian dalam spektrum tersebut, yaitu visible light. Blue light merupakan sinar yang terdapat dalam spektrum cahaya yang bisa terlihat oleh mata manusia, dengan gelombang yang paling pendek dan memproduksi energi yang sangat besar. Oleh karena itu, dampak blue light sangatlah berpengaruh terhadap kesehatan mata.
blue light dapat mengganggu kesehatan mata bila terlalu lama dan sering beraktivitas menggunakan gadget atau barang elektronik berdampak ke organ mata seperti mata terasa perih, sakit kepala, leher kaku, meningkatkan resiko depresi. Suatu penelitian di Boston menyatakan bahwa blue light dengan spektrum 460–480 nm lebih efektif dalam mengubah siklus sirkadian manusia dibandingkan sinar monokrom (555 nm). Penelitian lainnya menunjukkan bahwa paparan LED sebelum tidur atau pada malam hari memperlambat waktu tidur dan mempercepat waktu bangun sehingga durasi tidur menjadi lebih pendek. Selain itu, LED juga menurunkan rasa kantuk dan meningkatkan kesadaran.

Benarkah Blue Light dapat menyebabkan mata minus?

Penelitian-penelitian terdahulu mengemukakan bahwa miopia disebabkan oleh pemanjangan sumbu bola mata, namun penyebab yang mendasarinya masih belum jelas sepenuhnya. Terdapat dua teori utama tentang terjadinya pemanjangan sumbu bola mata pada miopia. Yang pertama adalah teori biologik, menganggap bahwa pemanjangan sumbu bola mata sebagai akibat dari kelainan pertumbuhan retina (overgrowth) sedangkan teori yang kedua adalah teori mekanik yang mengemukakan adanya penekanan (stres) sklera sebagai penyebab pemanjangan tersebut.

Gaya hidup sebagian besar Masyarakat saat ini dengan ketergantungan pada HP, Laptop, Tablet, TV LED. tidak dipungkiri bahwa hal ini dapat meningkatkan kejadian miopia. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa faktor genetik sangat mempengaruhi miopia namun jika melihat di era digital saat ini, sudah tidak dipungkiri lagi jika Blue Light dapat meningkatkan kejadian Miopia.

Open chat
Hai Selamat Datang di NLC
ada yang bisa kami bantu?